Sabtu, 23 November 2013

Sejarah Hindu - Buddha di Indonesia

INDONESIA PADA MASA KERAJAAN HINDU-BUDDHA

A.LAHIR DAN BERKEMBANGNYA AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU BUDDHA.
I. AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU
Agama Hindu tumbuh dan berkembang sekitar tahun 1500 SM, agama Hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan bangsa Arya,mereka datang melalui celah Kaiber(Afganistan) ke kota Mohenyodaro(Larkana) dan Harrapa (Punjab), mereka berhasil mendesak suku asli  Bangsa India Yaitu Dravida dan Munda, kemudian setelah itu mereka berdiam diwilayah Aryawarta (lembah Indus,Lembah Gangga dan lembah Yamuna didataran tinggi Dekhan). Agar tetap Eksis mereka menciptakan sistem kepercayaan yang memuja banyak dewa dan sistem kemasyarakatan sesuai yang mereka miliki.
Kitab-kitab suci yang digunakan Agama Hindu meliputi :
1.    Kitab Weda, Wid artinya Tahu/Pengetahuan yang terdiri dari empat bagian :
   a. Reg-Weda : berisi pujian-pujian yang digunakan untuk mengundang para Dewa agar      berkenan hadir pada upacara-upacara yang diadakan, kitab ini ditulis 1500 dan 900 SM.
       b. Sama-Weda :  berisi syair dan nyayian suci dalam upacara, atau pedoman dzikir dan pujian - pujian.
   c. Yajur-Weda : berisi doa-doa pengantar sesaji dalam upacara atau pedoman untuk pengorbanan.
       d.  Arthawa-Weda : berisi mantra-mantra sakti/gaib yang digunakan untuk menyembuhka orang sakit, mengusir roh jahat, mencelakan musuh.
2.  Kitab Brahmanas : berisi pedoman ritual keagamaan  bagi para brahmana.
3. Kitab Upanishads yang berarti bersimpuh dikaki sang guru : berisi wejangan-wejangan         mengenai kehidupan gaib.
  4. Kitab Aranyakas : merupakan kitab khusus bagi para pertapa

Sedangkan untuk system kemasyarakatan Suku Bangsa Arya Menciptakan  system pembagian masyakatan dalam tingkatan-tingkatan/golongan yang lebih dikenal dengan nama KASTA , meliputi :
1. Kasta Brahmana : Bertugas mengurus soal kehidupan keagamaan
2. Kasta Ksatria : berkewajiaban menjalankan pemerintahan, termasuk pertahanan Negara.
3. Kasta Waisya : bertugas untuk berdagang, bertani dan beternak.
4. Kasta Sudra : Bertugas sebagai pekerja atau pelayan. 
Selain keempat kasta tersebut terdapat  mereka yang dianggap berada diluar kasta yang disebut : Paria ( meliputi para pengemis dan gelandanggan ).Dari penjelasan tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Kebudayaan Hindu (Hinduisme) merupakan perpaduan antara budaya Arya, Dravida dan budaya Munda.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh umat Hindu agar mencapai Nirwana yaitu:
1. Manusia wajib menjalankan dharma,Artha,Kama (Dharma ialah memenuhi kewajiban manusia,Artha ialah menjalankan pekerjaan sebagaimana mestinya, Kama ialah tidak berlebihan merasakan kenikmatan duniawi).
2. Bagi Triwangsa wajib membaca kitab suci weda
3. Melakukan upacara keagamaan yang berupa upacara kurban(Yajna),yajna besar yakni menobatkan raja, menghormati pemetikan buah pertama, upacara menyongsong datangnya musim, yajna kecil yakni sembayang dirumah sehari-hari,kelahiran anak, dan cukur rambut.
Untuk menjadi seorang penganut Hindu harus mendapat tali benang kasta (Munya) yang diberikan golongan brahmana/Pendeta, barulah mereka melakukan catur asrama, meliputi:
1. Brahmacarin : manusia dalam mencari ilmu kepada Brahmana (Pendeta)
2. Grhasta : manusia dalam taraf membentuk keluarga
3. Wanaprasta: meninggalkan rumah ke hutan untuk bertapa
            4. Sanyasin(pariwrajaka): hidup mengembara meninggalkan kepentinggan duniawi menjadi biksu.

      Beberapa teori tentang penyebaran Hinduisme di Indonesia :
1.      Teori Brahmana dikemukan J.C. Van Leur yang berpendapat agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh Pendeta melalui prosesi Abhiseka atau Penobatan
2.      Teori Kstaria dikemukan C.C Berg, FDK Bosch, Jl Moens Majumdar, Moekriji, dan Nehru yang berpendapat agama Hindu dibawa oleh  golongan Prajurit yang melakukan Ekspansi
3.      Teori Waisya dikemukan N.J Krom yang berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh golongan Pedagang
4.      Teori Sudra dikemukan banyak orang berpendapat agama Hindu dibawa oleh golongan Sudra yang dating untuk memperbaiki nasib.
5.      Teori Nasional/ Teori Arus Balik dikemukan F.D.K.Bosch yang berpendapat bahwa bangsa Indonesia yang berdagang ke India kemudian pulang dengan membawa agama dan kebudayaan Hindu atau sebaliknya orang-orang Indonesia ( Raja ) yang mengundang  kemudian Brahmana menyebarkan agama dan kebudayaan.

     Para Brahmana di Indonesia melaksanakan beberapa hal dalam rangka Penghidupan :
1.      Abhiseka yaitu upacara penobatan Raja
2.      Vratyastoma yaitu upacara menyucian diri ( Pemberian kasta )
3.       Kulapanjika yaitu memberikan silsila raja
4.      Castra yaitu cara membuat mantra.


Sebab-sebab agama Hindu mengalami kemunduran pada Abad ke-6 SM antara lain :
1. Kaum Brahmana yang memonopoli agama dan upacara bertindak sewenang-wenang dengan menarik kurban yang besar sehingga menimbulkan beban.
2. Lahirnya Agama Buddha yang lebih demokratis untuk mencari nirwana sendiri tanpa pertolongan orang lain yang diajarkan oleh Siddartarta Gautama.
3. Agama Buddha lebih terbuka tanpa membedakan manusia.

II. AGAMA DAN KEBUDAYAAN BUDDHA
Agama Buddha pertama kali tumbuh di India bagian Timur laut sekitar tahun  500 SM, yang diajarkan oleh Siddartha Gautama yang artinya orang yang mencapai tujuannya, atau Buddha Gautama yang artinya orang yang menerima bodhi, atau Sakyamuni yang artinya orang yang bijaksana keturunan Sakya. Siddartha merupakan putra raja Sudhodana dari Kapilawastu. Agama Buddha muncul sebagai reaksi terhadap dominasi golongan brahmana atas ajaran dan ritual keagamaan dalam masyarakat, menurut ajaran Buddha kesempurnaan (nirwana) dapat dicapai tanpa harus melalui bantuan pendeta / golongan brahmana, setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mencapai nirwana tersebut asalkan ia mampu mengendalikan diri sehingga terbebas dari samsara (roda kelahiran dan kematian).

Kitab suci agama Buddha terdapat dalam kitab Tripitaka yang artinya tiga keranjang ( tiga himpunan nikmat) yang meliputi ;
1. Suttapitaka : berisi himpunan ajaran dan khotbah Buddha ( bagian terbesar ialah percakapan antara Buddha dengan beberapa muridnya,didalamnya termasuk kitab mediasi dan peribadatan.
2. Winayapitaka : berisi tata hidup setiap biara ( sangha).
3. Abidharmapitaka : ditujukan bagi golongan terpelajar yaitu pelajaran lanjutan, atau filosopi, psikologi,klasifikasi dan sistematisasi doktrin.

Beberapa isi khutbah Sidhartha yang disampaikan di Taman Menjangan Benares :
1.      Aryastyani,yakni 4 kebenaran utama dan 8 jalan tengah (Astavida).
       Empat kebenaran utama tersebut yaitu :                        
     >. Hidup adalah derita (duka) atau samsara
     >. Samsara disebabkan oleh hasrat keinginan (tresna) atau tanha
     >. Samsara harus dihilangkan
     >. Cara menghilangkan tresna dengan delapan jalan tengah.
     Delapan jalan tengah meliputi :
     1. Pengertian yang benar 
     2. Tingkah laku yang benar
     3. Maksud yang benar      
     4. Kerja yang benar           
     5. Bicara yang benar         
     6. Berusaha/ikhtiar yang benar
     7. Ingatan yang benar       
     8. Renungan yang benar
2. Pratityasamudpada artinya rantai sebab akibat yang terdiri atas 12 rantai dan masing-masing merupakan sebab dari hal berikutnya.

Jika seseorang ingin masuk agama Buddha wajib mengucapkan Triratna (tiga permata) atau tiga buah pengakuan dari setiap penganut agama Buddha meliputi :
1. Buddham saranam gacchami    : saya berlindung pada Buddha
2. Dhammam saranam gacchami : saya berlindung pada dharma
3. Sangham saranam gacchami    : saya berlindung pada Sangha

Tempat-tempat yang dianggap suci bagi agama Budha meliputi :
1.      Taman Lumbini di Kapilawastu sebagai Tempat Kelahiran Sidharta tahun 563 SM
2.      Bodhgaya tempat ketika Sidartha menerima wahyu
3.      Benares tempat pertama Sidharta mengajarkan ajaranya
4.      Kusinagara tempat wapatnya Sidharta tahun 482 SM

Beberapa factor penyebab agama Buddha lebih cepat berkembang pada awalnya :
1. Bahasa yang digunakan Buddha dalam menyampaikan ajarannya yaitu bahasa Prakrit yaitu bahasa rakyat sehari-hari bukan bahsa sansekerta yang hanya dimekerti oleh golongan brahmana.
2. Agama Buddha bersifat non-eksklusif artinya agama Buddha bisa diterima siapa saja dantidak mengenal pembagian masyarakat atas kasta.
3. Agama Buddha tidak mengenal adanya perbedaan hak antara Pria dan Wanita.

Dalam perkembangan selanjutnya agama Buddha terpecah menjadi 2 yaitu :
1. Ajaran Buddha Hinayana : mengajarkan bahwa untuk mencapai nirwana sangat tergantung pada usaha diri melakukan mediasi.
2. Ajaran Buddha Mahayana : Mengajarkan bahwa untuk mencapai nirwana setiap orang   harus mengembangkan kebijaksanaan dan sifat welas asih (belas kasih).

faktor kebudayaan Hindu-Buddha tidak diterima langsung oleh masyarakat Indonesia
1. Masyarakat Indonesia telah memiliki dasar-dasar kebudayaan yang cukup tinggi, sehingga masuknya budaya asing menambah perbendaharaan kebudayaan Indonesia.
2. masyarakat di Indonesia memiliki kecakapan istimewa yang disebut local genius yaitu kecakapan suatu bangsa untuk menerima unsur-unsur kebudayaan asing dan mengolah unsur-unsur tersebut sesuai keperibadiannya.

Untuk menghormati Siddharta, Raja Ashoka mendirikan monument dengan bagian-bagian sebagai berikut :
1.      Bungasaroja sebagai lambang kelahiran Sidharta
2.      Pohon Bodhi ( pipala ) sebagai lambang penerangan Agung
3.      Jantera Lambang memulia Pengajaran
4.      Stupa sebagai Lambang kematian

Pengaruh Hindu-Buddha (India) di Indonesia dapat dilihat melalui beberapa hal :
1. Seni bangunan : dapat dilihat dari bangunan Candi dimana pola dasar candi merupakan perkembangan dari zaman prasejarah tradisi megalihtikum, yaitu bangunan punden berundak yang mendapat pengaruh Hindu-buddha, sehingga menjadi wujud candi.
2. Seni Rupa/ Seni Lukis: dapat dilihat dengan ditemukannya arca Buddha Berlanggam Gandara di kota Bangun, Kutai, juga patung Buddha Berlanggam Amarawati ditemukan di Sikendeng/sulsel, Seni rupa India  pada Candi Borobudur ada pada relief-relief ceritera Sang Buddha Gautama dan relief pada candi umumnya mengambarkan keadaan alam di Indonesia hal ini dapat dilihat adanya lukisan rumah panggung dan hiasan burung merpati, hiasan perahu bercadik yang merupakan lukisan asli bangsa Indonesia.
3. Seni Sastra  : dapat diketahui dari prasasti-prasasti yang berbahasa Sanskerta dan huruf pallawa yang ditemukan di Indonesia.
4.  Kalender :  dapat diketahui melalui penggunaan tahun Saka, ditemukannya Candra Sangkala atau kronogram dalam usaha memperinggati peristiwa dengan tahun atau kalender Saka. Candra Sangkala adalah angka huruf berupa susunan kalimat atau gambaran kata. Bila berupa gambar harus dapat diartikan kedalam bentuk kalimat.
5. Kepercayaan dan Filsafat : dapat dilihat dari segi pemujaan terhadap roh nenek moyang dan pemujaan dewa-dewa alam.

6. Pemerintahan : seorang kepala pemerintahan bukan lagi seorang kepala suku,melainkan seorang raja,yang memerintah wilayah kerajaannya secara turun temurun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar